headerphoto
.: UPDATE INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU TAHUN 2010 bisa di KLIK DISINI, Segera daftarkan diri anda.....! Hubungi SMS CENTER 0856-7144402 - CALL CENTER 021-70322423 :.

Berani di Sadap Allah, Takut di Sadap Manusia

Selasa, 22 Desember 2009 16:56:35 - oleh : admin

alat sadap

Oleh  :  Ust. Sofyan Rizal, M.Si.

Dosen STID DI AL-HIKMAH

 

Belakangan, sadap menyadap, yang merupakan alat utama KPK dalam mengungkap kejahatan korupsi, menjadi hal yang diributkan orang.  Pasalnya, saat ini sadap menyadap itu kabarnya akan dibatasi oleh Undang-Undang dengan digodoknya RUU  penyadapan.

Sebagian orang beranggapan RUU penting untuk mengatur tata cara penyadapan, sebagian lagi termasuk banyak penggiat anti korupsi, mengkhawatirkan RUU itu akan membatasi dan memasung kemampuan KPK dalam memberantas korupsi. Mereka beranggapan, kalau penyadapan harus melalui birokrasi yang panjang, maka tentu para koruptor  sudah lebih dulu mengambil langkah cepat alias kabur.

 

Terlepas dari perdebatan RUU tersebut, faktanya memang banyak kasus korupsi yang terungkap dari penyadapan yang di lakukan oleh KPK. Kelihaian koruptor, beberapa kali dapat di antisipasi oleh KPK dengan alat sadap canggihnya, sehingga koruptorpun seperti tertangkap tangan. Bagi saya orang awam, apalagi terhadap perpolitikan negeri ini, apapun strateginya, asal tidak menyalahgunakan wewenang, saya sangat mendukung gebrakan KPK dalam memberantas korupsi. Masyarakat sudah rindu dengan pejabat, pemimpin yang bersih dari korupsi.  Bagi saya, aksi melawan korupsi silahkan dilakukan dengan usaha semaksimal mungkin. Korupsi memang kejahatan extraordinary, dan menurut KH. Hasyim Muzadi, Indonesia bukanlah sarang teroris, namun sarang koruptor !, koruptornya sangat lihai, hebat, licin, dan dapat mengatur hukum sesukanya lewat mafia peradilan dan makelar kasus, sehingga diperlukan strategi yang hebat pula macam penyadapan yang dilakukan KPK, dan selama ini memang terbukti efektif.

 

Kembali pada  masalah sadap menyadap, bagi seorang muslim, sesungguhnya penyadapan KPK tidaklah berarti apa-apa jika dibandingkan dengan penyadapan dan pengawasan dari Allah SWT. Penyadapan KPK dengan teknologi canggihnya, mungkin hanya bisa menyadap pembicaraan yang terjadi di telepon atau HP. Penyadapan dari Allah SWT, pengawasan dari Allah SWT, jauh lebih canggih dan lebih komprehensif lagi. Allah SWT katakan bahwa " tidak ada sesuatupun yang dilakukan manusia, kecuali dicatat oleh dua malaikat Allah". Bahkan bukan cuma itu, penyadapan dari Allah SWT tidak terbatas hal yang kita bicarakan, namun juga apa yang terlintas di dalam hati kita. "dan kami tahu apa yang terlintas dihati manusia".

 

Mungkin sebagian besar kita juga ingat hadits nabi tentang pengawasan Allah, ketika Jibril menanyakan kepada Rasul tentang Ihsan, maka Rasul katakan, "engkau beribadah kepada Allah SWT seakan-akan engkau melihat Allah, jika engkau tidak melihat Allah , maka ingatlah , Allah melihat apa yang engkau perbuat". Inilah pengawasan Allah SWT, penyadapan Allah SWT, dimana kaum Muslimin yang beriman percaya bahwa pengawasan Allah , "Muraqabatullah" selalu melekat dalam dirinya.

 

Bayangkan, kalau keyakinan ini yang ada pada pejabat muslim kita, politisi muslim kita, maka, pastilah mereka akan menjadi pejabat yang jujur, politisi yang lurus. Seharusnya, seorang muslim, apakah dia pejabat, presiden, menteri, anggota DPR, atau pejabat lainnya, yang yakin dengan penyadapan Allah SWT tidak takut dan khawatir dengan penyadapan dari KPK, toh mereka sudah terbiasa dengan penyadapan dan pengawasan Allah SWT yang  Maha Tahu..

 

Namun, masalahnya, banyak diantara kita yang berani dan tidak peduli dengan pengawasan dari Allah SWT, malah takut dengan penyadapan manusia, takut aksinya ketahuan manusia, takut dosanya dilihat manusia. Kita ingin dan lebih rela terlihat sempurna dihadapan manusia lain, terlihat suci, terlihat hebat, terlihat bersih, dihadapan manusia, walaupun itu dilakukan dengan bersikap pura-pura, menutupi aib dan kesalahan, trik dan strategi yang hebat dalam berbuat dosa dan maksiyat, sehingga orang lain tidak tahu.

 

Kita seakan tidak peduli, kalau dihadapan Allah SWT, ternyata wajah kita, amal kita, sudah sedemikian jelek, bobrok, penuh dengan dosa. Benarlah kata AA gym,  sesungguhnya kita kelihatan hebat, karena Allah SWT menutup aib kita dihadapan orang lain, padahal, kita telah berlumur dosa dan kesalahan.

 

Maka jika sebagai muslim anda yakin akan penyadapan dan pengawasan Allah SWT, mengapa anda takut oleh penyadapan KPK ???

 

 

kirim ke teman | versi cetak | versi pdf

Artikel "Resonansi" Lainnya