Oleh: Tim kajian dakwah alhikmah

Fakta dan bukti-bukti kebenaran risalah para Rasul

dakwatuna.com – Tanya: Apa saja adillah (bukti-bukti) yang dibekali Allah untuk para rasul-Nya agar mereka tidak didustakan oleh manusia?

Jawab: Bukti-bukti ini oleh Al-Quran dinamakan ayat artinya fakta, indikator dan bukti-bukti yang membenarkan ucapan dan pengakuan para rasul as, adalah mukjizat.

Tanya: Apakah mukjizat itu sebenarnya?

Jawab:

الْمُعْجِزَةُ (البَيِّنَةُ، البُرْهَانُ، الآيَةُ) هِيَ: الأَمْرُ الَّذِي يَعْجَزُ الْبَشَرُ عَنِ الإِتْيَانِ بِمِثْلِهِ، يُجْرِيْهِ اللهُ عَلَى يَدِ نَبِيٍّ مُرْسَلٍ لِيُقِيْمَ بِهِ الدَّلِيْلَ عَلَى صِدْقِ نُبُوَّتِهِ وَثَبَاتِ رِسَالَتِهِ.

Mukjizat (bayyinah, burhan, atau ayat) adalah sesuatu yang manusia tidak mampu mendatangkannya yang diberikan Allah swt kepada nabi yang diutus untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dan ketetapan risalahnya.

Seolah-seolah seorang rasul berkata: “Wahai manusia, Allah telah mengutusku kepada kalian dan telah memberikan untukku tanda-tanda kekuasaan-Nya sebagai bukti pembenar ucapanku. Tanda-tanda atau bukti-bukti ini tidak akan mampu didatangkan kecuali oleh Allah swt, tak ada seorang pun manusia yang mampu menandinginya sehingga kalian tidak dapat menyangka bahwa aku berdusta atas nama Allah.”

Allah swt berfirman:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ [٥٧:٢٥]

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.  (Al-hadid (57): 25).

Tanya: Apa saja contoh-contoh mukjizat yang menjadi pendukung para rasul as?

Jawab: Di antara yang disebutkan Allah swt dalam Al-Quran adalah apa yang terjadi pada Nabi Ibrahim as bersama kaumnya. Allah swt berfirman:

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ [٢١:٦٨]
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ [٢١:٦٩]

Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah Tuhan-Tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” (Al-Anbiya (21): 68-69).

Juga apa yang dikisahkan Allah kepada kita tentang kisah Nabi Musa as:

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ ۖ فِي تِسْعِ آيَاتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ [٢٧:١٢]

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu,[1] niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik”. (An-Naml (27): 12).

Yang termasuk sembilan mukjizat tersebut di antaranya adalah bentuk-bentuk azab yang terjadi atas Firaun dan kaumnya sebagai balasan kesombongan dan kekafiran mereka. Allah swt berfirman:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ [٧:١٣٣]

Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah[2] sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. (Al-A’raf (7): 133).

Contoh lain adalah yang Allah kisahkan kepada kita tentang mukjizat Nabi Isa as:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ [٥:١١٠]

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”. (Al-Maidah (5): 110).

Karena terjadi tahrif (penyelewengan sengaja) yang dilakukan terhadap agama Nabi Isa as, orang-orang awam menganggap mukjizat Isa as tersebut terjadi karena Isa adalah Tuhan atau dia adalah anak Tuhan, Maha Suci Allah dari persangkaan mereka.

Kesimpulan

Tidak ada sistem, pedoman dan tuntunan hidup yang dapat menyelamatkan dan membahagiakan manusia di dunia dan di akhirat kecuali ajaran yang disampaikan oleh para Rasul Allah. (dkwt)

download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *