Bertahan di Tengah Erupsi, Stadium General STAI DI Al-Hikmah Sukses Cetak Generasi Berakhlak
Jakarta, Alhikmah.ac.id – Memasuki tahun ajaran baru, setiap perguruan tinggi memiliki tradisi untuk menyambut para mahasiswa baru. Pada Senin, 7 September 2026, Stadium General STAI DI Al-Hikmah resmi diselenggarakan sebagai gerbang pembuka kegiatan akademik. Berlokasi di Aula Kampus 1 STAI DI Al-Hikmah, agenda krusial ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan, staf, dosen, dan tentu saja mahasiswa baru yang penuh antusiasme.
Sebagai sebuah institusi pendidikan Islam yang terus berkembang di Jakarta, acara penyambutan ini bukan sekadar formalitas. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memberikan pembekalan mental dan wawasan akademik yang kuat. Meskipun dilaksanakan dalam situasi alam yang menantang, semangat untuk menuntut ilmu tidak surut sedikit pun.
Tetap Khidmat Meski Diwarnai Erupsi Anak Krakatau
Satu hal yang membuat pelaksanaan stadium general STAI DI Al-Hikmah tahun ini sangat berkesan adalah kondisi alam yang sedang tidak bersahabat. 3 hari sebelum hari H pelaksanaan, terjadi fenomena erupsi Gunung Anak Krakatau yang abunya berpotensi mempengaruhi kualitas udara karena ditemukan abu vulkanik yang terbawa angin hingga sampai di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal ini memberikan dampak kekhawatiran dalam beraktivitas dalam kondisi siaga di beberapa tempat terdampak.
Namun, pihak pengelola kampus bertindak sigap dan tepat. Alih-alih menunda kegiatan, panitia memutuskan untuk tetap menyelenggarakannya secara tatap muka (offline), namun dengan penerapan kewaspadaan ekstra.
-
Seluruh rangkaian acara dipindahkan sepenuhnya ke dalam ruangan tertutup (indoor).
-
Mahasiswa, dosen, dan staf diwajibkan menggunakan masker selama acara berlangsung.
-
Protokol kesehatan dipantau secara ketat demi menjaga keselamatan bersama.
Langkah adaptif ini menjadi bukti nyata bahwa proses pendidikan dan pelayanan akademik di kampus ini selalu mengutamakan keselamatan tanpa mengorbankan kualitas.
Pesan Ketua STAI DI Al-Hikmah: Lahirkan Manusia Unggul dan Berakhlak

Puncak dari acara ini adalah penyampaian materi inti (kuliah umum) yang diisi langsung oleh Ketua STAI DI Al-Hikmah, Dr. Muqoddam Cholil, M.A. Dalam kesempatan emas tersebut, beliau membawakan tema yang sangat menggugah, yakni “Bersama STAI DI Al-Hikmah, Kita Lahirkan Manusia Unggul yang Berilmu dan Berakhlak”.
Pesan ini menjadi fondasi filosofis bagi seluruh civitas akademika. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan zaman. Mahasiswa dituntut untuk menyeimbangkan pencapaian akademis mereka dengan kemuliaan adab dan akhlak Islam yang luhur.
Melalui agenda stadium general STAI DI Al-Hikmah ini, mahasiswa baru diberikan gambaran yang utuh terkait visi besar kampus. Acara ini menjadi titik awal sebelum perkuliahan aktif dimulai, sehingga para mahasiswa tidak kaget dengan ritme akademik di perguruan tinggi.
Pengenalan Sistem Kampus dan Tenaga Pendidik
Selain pemaparan materi, acara ini juga memfasilitasi sesi pengenalan yang sangat penting. Para mahasiswa baru diajak untuk mengenal lebih dekat para pimpinan program studi (Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta Komunikasi dan Penyiaran Islam), staf administrasi, dan jajaran dosen pengampu. Tujuan dari sesi ini sangat jelas, yakni agar segala bentuk urusan perkuliahan, bimbingan, dan pelayanan administrasi mahasiswa ke depannya dapat berjalan dengan lancar dan harmonis.

Kebijakan Tiga Sesi: Solusi Belajar yang Kondusif
Guna memastikan kenyamanan, ketertiban, serta fokus peserta, panitia stadium general STAI DI Al-Hikmah merancang format acara yang sangat terstruktur. Mengingat tingginya jumlah mahasiswa dan kapasitas ruangan, agenda ini dibagi ke dalam tiga sesi utama: pagi, siang, dan sore.
Pembagian sesi ini bukanlah tanpa alasan. Ada dua faktor utama yang mendasarinya:
-
Penyesuaian Jadwal Prodi: Adanya perbedaan jam kuliah antara program studi (IAT dan KPI) menuntut penjadwalan yang lebih fleksibel.
-
Pemisahan Ikhwan dan Akhwat: Sebagai kampus yang memegang teguh nilai-nilai syariat, terdapat tradisi pemisahan jadwal kelas antara mahasiswa (ikhwan) dan mahasiswi (akhwat). Pembagian sesi ini sangat mempermudah koordinasi dan menjaga adab pergaulan islami di lingkungan kampus.
Meskipun diselenggarakan dengan jadwal yang padat dari pagi hingga sore hari, serta di tengah kewaspadaan terhadap bencana alam, seluruh rangkaian kegiatan ini berhasil berjalan dengan khidmat, tertib, dan sukses. Ini menjadi langkah awal yang luar biasa bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan intelektual mereka.








