Wisuda Ke-2 STAI DI Al-Hikmah, Ustadzah Dr. Aan Rohana, M.Ag : Gelar Sarjana Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian Umat

Author picture
Facebook
Twitter
LinkedIn

Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Hikmah (STAI DI) Al-Hikmah kembali menggelar prosesi Wisuda ke-2 yang berlangsung khidmat di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), DKI Jakarta, pada Selasa (12/5). Mengusung tema “Dari Kampus ke Karir: Membangun Masa Depan Indonesia”, acara ini menjadi tonggak sejarah bagi 247 wisudawan dari program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang kini siap terjun berkontribusi bagi masyarakat.

Di tengah euforia perayaan yang dihadiri oleh para pendamping dan tamu undangan, Pembina Yayasan Al-Hikmah, Ustadzah Dr. Aan Rohana, M.Ag., menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati. Ia mengingatkan para lulusan untuk tidak jumawa, karena pencapaian akademis ini bukanlah murni dari kehebatan individu semata.

“Kemudian juga tentu harus disadari bahwa keberhasilan ini karena karunia Allah. Bukan semata-mata karena perjuangan mahasiswa selama kuliah. Tapi harus disyukuri bahwa kalau tidak ada karunia dari Allah, tidak akan mungkin bisa sampai pada kesuksesan hari ini,” tuturnya dalam sesi sambutan.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran tak kasat mata dari para orang tua di balik toga yang dikenakan oleh para sarjana. Ia memberikan penghormatan khusus atas tirakat dan doa malam yang terus dipanjatkan demi kesuksesan anak-anak mereka.

“Apresiasi untuk para orang tua yang sudah berjuang keras untuk membawa hadirnya bagi anak-anaknya dengan doa yang luar biasa, air mata yang terus menetes di malam hari ketika salat tahajud untuk terus mendoakan kesuksesan anak-anaknya,” ucapnya penuh haru. “Mudah-mudahan semua jerih payah orang tua dibalas oleh Allah sebagai amal saleh terbaik dan juga menjadi bagian dari sedekah jariah yang terus mengalir pahalanya.”

Tak lupa, dedikasi tenaga pendidik di lingkungan kampus juga mendapatkan porsi apresiasi. Ia mendoakan agar bimbingan, ajaran, arahan, dan nasihat dari para dosen dan civitas akademika dicatat sebagai amal saleh dan sedekah jariah yang tak terputus.

Sejalan dengan tema wisuda mengenai pembangunan masa depan bangsa, ia menegaskan orientasi pasca-kampus yang harus dimiliki oleh para alumni. Ia membongkar paradigma lama yang menganggap wisuda sebagai garis finis.

“Dan tentu saja pesan kepada wisudawan bahwa gelar bukan tujuan akhir, bahkan gelar adalah awal pengabdian. Jadi setelah mendapatkan gelar sarjana, bukan berhenti untuk santai, tapi untuk berjuang keras memanfaatkan ilmu, menyebarkan ilmu, memberikan kontribusi untuk kebaikan umat, bangsa, dan agama,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia memberikan bekal moral sebagai pelindung bagi para alumni dalam menghadapi kerasnya dinamika dunia profesional. Ia berpesan agar ilmu yang didapat harus linear dengan peningkatan ketakwaan.

“Ilmu yang diperoleh haruslah ilmu yang mendekatkan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan sebaliknya. Jadi jagalah diri menjadi karakter Islam yang kuat. Berbanggalah dengan karakter keislamannya, bahwa saya sebagai muslim sejati di tengah-tengah pergaulan yang begitu rusak, di tengah persaingan yang begitu berat, dan di tengah ujian dan tantangan yang luar biasa,” tutupnya.

Prosesi pengukuhan ini menjadi simbol tuntasnya masa pembinaan di kampus, sekaligus menandai lahirnya ratusan agen perubahan dari STAI DI Al-Hikmah yang siap mengemban amanah di manapun mereka berada.

Berita Lainnya