Kukuhkan 247 Sarjana, Ketua STAI DI Al-Hikmah : Jadilah Generasi Pembawa Solusi, Bukan Sekadar Pengeluh Keadaan

Author picture
Facebook
Twitter
LinkedIn

Sekolah Tinggi Agama Islam Dirasat Islamiyah (STAI DI) Al-Hikmah sukses menggelar prosesi Wisuda ke-2 di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), DKI Jakarta, pada Selasa (12/5). Sebanyak 247 wisudawan resmi menyandang gelar sarjana dan dituntut untuk menjadi agen perubahan yang tangguh di tengah pesatnya transformasi sosial dan digital.

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi simbolis pengukuhan sekaligus tuntasnya proses belajar bagi mahasiswa dari dua program studi, yakni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Mengusung tema “Dari Kampus ke Karir: Membangun Masa Depan Indonesia”, prosesi ini turut dihadiri oleh jajaran senat, orang tua wisudawan, penyedia beasiswa, hingga tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua STAI DI Al-Hikmah, Dr. Muqoddam Cholil, M.A., menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah sekadar perpindahan status menuju dunia kerja, melainkan awal dari proses pengabdian yang nyata kepada umat.

“Perjalanan dari kampus menuju dunia kerja bukanlah perpindahan biasa, ini adalah proses pengabdian. Kita tidak boleh menjadi generasi yang hanya sibuk mengeluh tentang keadaan. Kita harus menjadi generasi yang hadir membawa solusi,” tegasnya di hadapan para lulusan.

Menurutnya, dunia saat ini berubah dengan sangat cepat di mana persaingan semakin ketat dan tantangan bangsa semakin kompleks. Di ruang kelas, mahasiswa memang dibekali teori, tetapi di kehidupan nyata mereka akan diuji oleh integritas, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Ia juga menyoroti pentingnya kecakapan literasi agar para lulusan tidak tergerus oleh arus teknologi. “Para wisudawan harus menjadi generasi yang tangguh, visioner, dan menjadi agen perubahan melalui kecakapan literasi yang baik sehingga tidak menjadi korban teknologi, apalagi terlibat dalam kekerasan. Saudara harus mampu menjadi agen perubahan di tengah transformasi sosial dan digital yang tidak mengancam nilai-nilai agama Islam dan keindonesiaan kita,” paparnya.

Lebih lanjut, ia memotivasi para lulusan untuk mengambil peran strategis di masyarakat, baik sebagai peneliti, pengusaha, inovator digital, pemimpin sosial, maupun pendiri majelis-majelis keilmuan. Ia berpesan agar para alumni memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak mudah berkecil hati.

“Peluang itu tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu. Oleh karena itu, jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari daerah yang jauh, kampus sederhana ini, atau dari keluarga biasa. STAIDI Al-Hikmah ini adalah kampus bagi mereka yang mempunyai jiwa besar,” ujarnya memotivasi.

Menutup amanatnya, ia secara khusus mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada para orang tua, orang tua asuh, penyedia beasiswa, serta keluarga yang telah mengantarkan para mahasiswa hingga meraih gelar sarjana dan siap menebar keberkahan di tengah masyarakat.

Berita Lainnya